Bandung – Program Studi Ilmu Keolahragaan (IKOR) Universitas Ngudi Waluyo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi keolahragaan di Indonesia melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Program Studi Ilmu Keolahragaan Indonesia (P2SIKI) tahun 2026 yang diselenggarakan pada 23–25 Juli 2026 di Hotel UTC Dago, Bandung. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh Program Studi Ilmu Keolahragaan di Indonesia untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan dan kurikulum, serta memperkuat jejaring antarperguruan tinggi.
Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Ngudi Waluyo diwakili oleh Nasri, S.Or., M.Or. selaku Sekretaris Program Studi. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Nur Amin, S.Si., M.Gizi., yang merupakan pengurus P2SIKI pada periode sebelumnya (demisioner). Kehadiran kedua perwakilan tersebut menjadi bentuk komitmen Prodi IKOR UNW dalam mendukung penguatan organisasi profesi sekaligus berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan Ilmu Keolahragaan di tingkat nasional.
Salah satu agenda utama Munas adalah sidang kurikulum dan pengesahan Kurikulum IKOR Berdampak pada jenjang sarjana. Kurikulum ini akan menjadi acuan bersama bagi seluruh Program Studi Ilmu Keolahragaan di Indonesia dalam menyusun struktur kurikulum serta capaian pembelajaran lulusan. Sementara itu, penyusunan kurikulum untuk jenjang Magister dan Doktor Ilmu Keolahragaan masih berada pada tahap perumusan agar nantinya dapat diterapkan secara nasional dengan standar yang selaras.
Dalam Kurikulum Berdampak tersebut ditetapkan enam profil lulusan Program Studi Ilmu Keolahragaan jenjang Sarjana, yaitu:
- Analis Keolahragaan;
- Peneliti Keolahragaan;
- Konsultan Kebugaran;
- Tenaga Ahli Kesehatan Nonmedis Bidang Keolahragaan;
- Pembina Kegiatan Keolahragaan; dan
- Analis Performa Keolahragaan.
Pengesahan kurikulum ini merupakan langkah strategis bagi Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Ngudi Waluyo dalam mempersiapkan penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Selain pembahasan kurikulum, kegiatan Munas juga diisi dengan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 5.1 yang disampaikan langsung oleh Prof. Pepen Arifin, Ph.D., yang merupakan Tim Ahli Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Sosialisasi ini memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi instrumen akreditasi terbaru untuk Program Studi Ilmu Keolahragaan pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor. Materi tersebut menjadi bekal yang sangat penting bagi Program Studi IKOR Universitas Ngudi Waluyo dalam mempersiapkan proses akreditasi serta meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Ketua P2SIKI, Prof. Dr. Ramdan Pelana, S.Or., M.Or., sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas seluruh Program Studi Ilmu Keolahragaan di Indonesia. Dalam pidatonya, ia menyampaikan harapan agar semua Program Studi Ilmu Keolahragaan memperoleh status Akreditasi Unggul melalui peningkatan kualitas tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, serta capaian Tridharma Perguruan Tinggi.
Prof. Ramdan Pelana juga melaporkan bahwa bergabungnya tiga program studi baru, yaitu Program Magister dan Program Doktor Ilmu Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (UNHASA) Probolinggo, serta Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan Universitas Pertahanan (UNHAN) Bogor, menjadikan P2SIKI kini beranggotakan 35 Program Studi Ilmu Keolahragaan dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor di seluruh Indonesia.
Pada forum Munas juga dilaksanakan pemilihan kepengurusan P2SIKI periode 2026–2030. Berdasarkan hasil musyawarah, Prof. Dr. Ramdan Pelana, S.Or., M.Or. dari Universitas Negeri Jakarta kembali dipercaya untuk memimpin P2SIKI sebagai Ketua pada periode 2026–2030. Dalam sambutan setelah terpilih, beliau mengajak seluruh Program Studi Ilmu Keolahragaan di Indonesia untuk terus memperkuat kolaborasi, saling mendukung pengembangan sport science, serta berkontribusi pada kemajuan olahraga nasional.
Tidak hanya mengikuti agenda organisasi, keikutsertaan Program Studi IKOR Universitas Ngudi Waluyo juga menghasilkan penguatan jejaring kelembagaan melalui perpanjangan kerja sama dengan Universitas PGRI Madiun dan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang Ilmu Keolahragaan.
Partisipasi dalam Munas P2SIKI 2026 menjadi bagian dari komitmen Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Ngudi Waluyo untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan nasional, memperkuat jejaring akademik, mendukung persiapan akreditasi, serta menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui keterlibatan aktif dalam forum nasional ini, Prodi IKOR Universitas Ngudi Waluyo optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga Indonesia.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Munas P2SIKI 2026, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) selaku tuan rumah mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan mengenal budaya dan tradisi Sunda di Saung Angklung Udjo, Bandung. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik selama pelaksanaan Munas, tetapi juga berkesempatan mengenal kekayaan budaya lokal Jawa Barat sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar-Program Studi Ilmu Keolahragaan se-Indonesia.